Hasil wawancara dengan Buzzfeed tersebut disiarkan kembali pada Kamis (18/2). Dalam rekaman tersebut, terdengar sang penyiar, Howard Stern, bertanya kepada Trump apakah ia mendukung AS menginvasi Irak.
Setelah rekaman itu beredar, Trump langsung membela diri dalam kampanye di South Carolina. Ia mengatakan bahwa wawancara itu tidak relevan karena pandangannya sudah berubah sebelum invasi dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kritiknya terhadap kebijakan Presiden George W. Bush ini membuat jengkel pendukung Partai Republik, terutama di South Carolina yang akan menggelar pemungutan suara pada Sabtu (20/2). Negara bagian tersebut dikenal sebagai salah satu basis besar pendukung Bush.
Lihat juga:Trump Pimpin Jajak Pendapat Partai Republik |
Saat itu, Trump merujuk pada tuduhan yang menyebut bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal. Tudingan ini pada akhirnya terbukti salah.
"Pergi ke Irak mungkin merupakan keputusan terburuk yang pernah dibuat seseorang, presiden, dalam sejarah negara ini. Sebegitu buruk keputusan itu," katanya. (ama)