Keputusan ini diambil oleh Cruz setelah Tyler mengunggah video tersebut melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu (21/2).
Video tersebut menunjukkan Rubio menghampiri ayah Cruz, Rafael, dan staf yang sedang membaca Alkitab. Dalam teks video tersebut, Rubio diklaim berkata kepada mereka, "Buku yang bagus. Tak banyak jawaban dalam buku itu."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah menghapus video itu karena saya tidak mau mengunggah cerita yang salah. Namun, faktanya tetap saja saya pernah mengunggah itu ketika seharusnya saya memeriksa keakuratannya terlebih dahulu," tulis Tyler seperti dikutip The Independent.
Rubio menerima permintaan maaf tersebut. Namun, ia menganggap video itu merupakan bagian dari pola kampanye Cruz.
Ini bukan kali pertama kampanye Cruz menimbulkan kontroversi. Sebelumnya, tim kampanye Cruz menggunakan foto palsu Rubio yang sedang berjabat tangan dengan Barack Obama dan menudingnya mendukung kebijakan sang presiden.
Dalam video tersebut, Cruz terlihat menghadiri kelas terapi bersama sekelompok orang yang kecewa dengan performa Rubio sebagai senator dari Florida.
Rubio nyaris mengalahkan Cruz dalam pemungutan suara di South Carolina pada akhir pekan lalu. Namun, Cruz akhirnya menang 0,3 persen suara dari Rubio dan menempati posisi kedua di bawah Trump.
Trump pun mengomentari kisruh ini dengan berkicau melalui akun Twitter pribadinya, "Wow, Ted Cruz salah mengatakan bahwa Marco Rubio menghina Alkitab dan memecat Direktur Komunikasinya. Lagi-lagi trik kotor!" (stu/stu)