Pertemuan bilateral kedua negara ini digelar pada Jumat (19/2) tanpa pemberitahuan sebelumnya, dan bertujuan untuk mempersempit posisi sebelum kedua negara memimpin bersama rapat PBB terkait masalah ini. Namun, para diplomat menolak memberikan rincian hal yang didiskusikan kedua negara.
Juru bicara PBB, Michele Zaccheo mengungkapkan bahwa utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, telah kembali dari kunjungannya ke Damaskus dan turut ambil bagian dalam diskusi AS-Rusia melalui jaringan video.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia memulai serangan udara di Suriah pada September lalu untuk membantu sekutunya, Presiden Bashar al-Assad dalam memerangi kelompok militan.
Terdapat juga sejumlah laporan warga sipil Suriah tewas karena serangan udara Rusia maupun koalisi internasional yang dipimpin AS.
Perundingan perdamaian Suriah yang sempat terhenti akan digelar kembali pada 25 Februari mendatang. Namun menurut Mistura, jadwal tersebut tidak realistis.
"Kita perlu persiapan 10 hari. Namun pembicaraan [ini] dapat berhasil jika bantuan darurat [dapat dikirimkan] dan kita menerapkan gencatan senjata," de Mistura kepada media Swiss, Svenska Dagbladet. (ama)