Seperti dikutip Reuters, Senin (22/2), baterai lithium-ion yang bisa diisi ulang biasanya digunakan di telepon seluler atau laptop. Baterai lithium metal yang digunakan untuk jam tangan dan tidak bisa diisi ulang sebelumnya telah dilarang pengirimannya dengan pesawat penumpang.
Untuk sementara ini, baterai Lithium-ion hanya boleh dikirimkan dengan pesawat kargo. Kemasan pembungkus baterai ini diperkirakan akan diproduksi pada 2018, seperti disampaikan oleh Presiden Dewan ICAO Olumuyiwa Benard Aliu dalam pernyataannya.
Lihat juga:PBB: Suriah Berada di Ambang Kehancuran |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT