Duta Besar RI untuk Yaman Wajid Fauzi mengatakan jumlah WNI yang masih berada di Yaman per tanggal 3 Februari yang lalu yaitu 857 orang. “Mereka berada di wilayah yang relatif aman. Mereka sebagian besar berada di Kota Tarim,” kata Wajid kepada CNN Indonesia.com, Ahad (28/2), melalui pesan singkat.
Senin lalu (22/2), sedikitnya 60 orang tewas termasuk anak-anak dan perempuan saat pesawat-pesawat tempur Arab Saudi melancarkan serangan memerangi kelompok Houti di sejumlah wilayah di Yaman. Sedangkan pada Sabtu (27/2), sedikitnya 30 orang dari pihak Houti dan warga sipil tewas ketika pesawat tempur pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menggempur salah satu pasar di Timur Laut Sana’a, Ibu Kota Yaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wajid sampai sejauh ini kondisi di Yaman belum memungkinkan untuk kantor KBRI kembali beroperasi di Sana’a.
Di Yaman, lanjut Wajid, hingga saat ini belum ada kantor Kedutaan Besar asing yang buka kembali mengingat situasi politik keamanan yang belum pulih.
Sebelumnya Wajid menyebutkan jumlah WNI yang berada di Yaman terus menurun. Pada Juni 2015 lalu jumlahnya ada 1.184 orang. Kemudian pada September 2015 jumlahnya menurun menjadi 1.117 orang. Pihak KBRI secara aktif terus memfasilitasi WNI yang ingin kembali ke Tanah Air.
Sebagian besar WNI yang berada di Yaman merupakan pelajar dan mahasiswa. Mereka tersebar di sejumlah kota di Yaman. Mayoritas tinggal di Kota Tarim, Yaman timur.
(obs)