Laporan ini disampaikan Wall Street Journal (WSJ) pada Senin (29/2) yang mengutip informasi dari sumber penyidik Malaysia. Sumber WSJ mengatakan, jumlah ini sudah termasuk dalam US$681 juta yang dituduhkan telah masuk ke rekening Najib sebelumnya.
Penyidik dari dua negara yang tidak disebutkan namanya membenarkan dana US$681 juta itu telah dikembalikan, namun mereka meyakini dana tersebut berasal dari 1MDB yang ditransfer ke rekening Najib melalui jalur yang kompleks, bukan hibah dari Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lembaga 1MDB diduga telah mengirim dana lebih dari US$1 miliar kepada sebuah perusahaan swasta bernama Aabar Investment PJS Ltd yang terdaftar didirikan tahun 2012 di British Virgin Islands.
Seharusnya dana ini masuk ke perusahaan negara Abu Dhabi yang bernama hampir mirip, yaitu Aabar Investments PJS, tanpa embel-embel "Ltd". Dari perusahaan swasta ini, dana US$681 juta itu mengalir ke beberapa perusahaan lainnya sebelum berakhir di rekening pribadi Najib.
Dana itu masuk ke rekening Najib tahun 2013. Dua sumber WSJ mengatakan, ada aliran dana lainnya yang mengalir tahun 2011 dan 2012, menjadikan total US$1 miliar ada di rekening perdana menteri Malaysia itu.
Najib mendirikan 1 Malaysia Development Bhd atau 1MDB didirikan tahun 2009 untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Malaysia dengan membangun kemitraan dengan berbagai negara dan mempromosikan investasi asing langsung.
Lembaga ini menjadi sasaran penyelidikan tahun lalu setelah berutang RM45 miliar.
WSJ tahun lalu melaporkan bahwa sebagian besar dana 1MDB masuk ke rekening pribadi Najib untuk membantu pendanaan partai UMNO dalam kampanye tahun 2013. Najib membantah tuduhan itu, mengatakan bahwa dia difitnah oleh lawan politiknya.
Dalam pernyataan pada Januari lalu, penyidik di Swiss menduga ada dana 1MDB sebesar US$4 miliar yang telah dialihkan ke rekening lain melalui "struktur finansial yang kompleks".
Kementerian keuangan dan hubungan luar negeri Saudi juga mengaku tidak mengetahui ada aliran dana dari negara itu ke rekening Najib. (stu)