Bocoran ini disampaikan langsung oleh dua pejabat yang dekat dengan pemerintahan kepada Reuters dalam kondisi anonim karena tak berkapasitas untuk memberikan keterangan kepada pers.
Menurut seorang pejabat, rencana pemerintah untuk memecat lima juta karyawan dari industri yang mengalami kelebihan pegawai ini merupakan program penghematan paling berani selama hampir dua dekade.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beijing memang sedang berusaha meremajakan perekonomiannya yang sedang lesu dengan merampingkan sektor industri menggelembung, dimulai dari industri batu bara dan baja.
Selain itu, pemecatan juga akan dilakukan di sektor lainnya yang mengalami kelebihan kapasitas, seperti industri semen, pembuatan kaca, pembangunan kapal.
Kendati demikian, sektor yang kelebihan kapasitas lain, seperti industri tenaga surya diperkirakan tidak akan mengalami pemangkasan karyawan karena masih ada potensi perkembangan.
Sementara itu, pemerintah sendiri sudah menyusun rencana untuk memangkas kapasitas 150 juta ton baja mentah dan 500 juta ton produksi batu bara dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Wakil Menteri Perindustrian China, Feng Fei, pada pekan lalu mengatakan bahwa pemerintah sudah menyediakan dana US$15,29 miliar (Rp204 triliun) untuk memangkas sektor industri batu bara dan baja.
Namun, rencana pemecatan ini diperkirakan masih akan mendapatkan penolakan dari daerah-daerah seperti Heilongjiang dan Hebei yang mengelilingi Beijing.
"Ada pergumulan mengikat antara pemerintah pusat dan daerah," kata salah satu sumber.
China sendiri sudah mulai menyusun puluhan dokumen kebijakan sejak 2010 untuk menangani kelebihan kapasitas industri.
Kamar Dagang Eropa di China mengatakan bahwa laporan terkini menunjukkan betapa Beijing terlalu sopan dan gagal mencegah penghalangan dari pemerintah lokal. (stu/stu)