Korsel mengatakan latihan yang dimulai pada Senin (7/3) itu akan menjadi yang terbesar, terutama menyusul uji coba nuklir keempat oleh Korut pada Januari dan peluncuran rudal jarak jauh pada Februari. Korut mengklaim itu sebagai peluncuran satelit, namun Dewan Keamanan PBB telah menjatuhkan sanksi lebih berat untuk Korut.
Lihat juga:Cara PBB Menghadang Ambisi Nuklir Korut |
Pekan lalu, pemimpin Korut, Kim Jong Un, bahkan memerintahkan negaranya agar siaga menggunakan senjata nuklir di depan ancaman musuh-musuh mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan mereka belum melihat sinyal aktivitas militer Korut sebagai respons atas latihan gabungan ini.
Korut memang selama ini rutin mengeluarkan ancaman setiap kali Korsel dan AS mengadakan latihan gabungan militer. (stu)