Mahasiswa AS yang Ditahan Korut Mengaku Lakukan Kejahatan
Reuters | CNN Indonesia
Senin, 29 Feb 2016 10:45 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang mahasiswa Amerika Serikat yang ditahan Korea Utara awal Januari lalu mengaku melakukan “kejahatan parah” melawan Korut, menurut media Korut pada Senin (29/2).
Otto Warmbier, 21, mahasiswa dari Universitas Virginia, ditahan sebelum naik ke pesawat menuju China atas insiden yang tak dijelaskan secara spesifik di hotelnya, menurut agen tur perjalanannya kepada Reuters pada Januari lalu.
“Saya melakukan tindak pidana dengan mengambil slogan politik dari area terbatas untuk staf di Hotel Yanggakdo International Hotel,” kata Warmbier seperti dikutip oleh kantor berita Korut, kepada media lokal dan internasional di Pyongyang, Senin.
CNN melaporkan Warmbier dituduh mencoba mencuri spanduk politik yang digantung di kamar hotelnya.
Korea Utara selama ini dikenal kerap menahan warga asing, dan AS serta Kanada mengeluarkan larangan perjalanan warganya menuju Korut.
Desember lalu, seorang pastor Kanada yang divonis hukuman kerja paksa seumur hidup oleh Korut atas tuduhan ingin menggulingkan rezim berkuasa di Korut, Kim Jong Un. (stu)
“Saya melakukan tindak pidana dengan mengambil slogan politik dari area terbatas untuk staf di Hotel Yanggakdo International Hotel,” kata Warmbier seperti dikutip oleh kantor berita Korut, kepada media lokal dan internasional di Pyongyang, Senin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korea Utara selama ini dikenal kerap menahan warga asing, dan AS serta Kanada mengeluarkan larangan perjalanan warganya menuju Korut.
Desember lalu, seorang pastor Kanada yang divonis hukuman kerja paksa seumur hidup oleh Korut atas tuduhan ingin menggulingkan rezim berkuasa di Korut, Kim Jong Un. (stu)