Tiga wilayah otonomi yang dipimpin Kurdi di Suriah utara pada Rabu (16/3) mengumumkan rencana untuk membentuk sistem federal dalam waktu dekat. Langkah itu dilakukan Kurdi setelah mereka tidak diikutsertakan dalam perundingan damai Suriah di Jenewa, Swiss pekan ini.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan tidak akan mendukung perpecahan di Suriah dan menilai setiap sistem federal yang akan dibentuk harus melalui kesepakatan dalam perundingan damai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana pembentukan sistem federal dalam wilayah otonomi Kurdi Suriah tercetus dalam konferensi yang digelar pada Rabu dan dihadiri oleh 150 delegasi dari etnis KUrdi, Arab, Assyria, dan sejumlah pihak lainnya di Rmeilan, sebelah timur laut Provinsi Hasakeh, Suriah.
Rojava adalah nama lain yang digunakan etnis Kurdi untuk menyebut Suriah Utara.
Selain AS, pemerintah Turki menyatakan bahwa gerakan kelompok etnis Kurdi semacam itu tidak dapat diterima.
"Persatuan nasional Suriah dan integritas teritorial adalah fundamental bagi kami. Di luar ini, keputusan sepihak tidak dapat memiliki validitas," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Turki kepada Reuters.
Pada Sabtu (12/3), pemerintah Suriah di Damaskus mengesampingkan usulan sistem federal untuk negara itu, hanya beberapa haris setelah pejabat Rusia menyatakan bahwa sistem pemerintahan itu mungkin saja cocok untuk Suriah.
Dikutip dari Reuters, pejabat Kurdi dan salah satu penyelenggara konferensi, Aldar Khalil, menilai sistem "federalisme demokratis" merupakan sistem yang terbaik. Pejabat Kurdi lainnya, Idris Nassan, menilai sistem federal akan memperluas "kerangka administrasi independen yang dibentuk Kurdi dan kelompok lainnya."
Kelompok Kurdi Suriah secara efektif menguasai perbatasan Suriah-Turki sepanjang 400 km yang terbentang dari sungai Efrat hingga perbatasan dengan Irak, yang merupakan wilayah otonomi Kurdi Irak sejak awal 1990-an.
Kurdi juga menguasai sejumlah wilayah di perbatasan sebelah barat laut di daerah Afrin. Kelompok minoritas etnis Kurdi juga berada di Turki dan Iran.
Kelompok Kurdi Suriah dan sekutu mereka memiliki tiga zona otonomi, yang dikenal sebagai Jazeera, Ayn al-Arab dan Afrin. Keberhasilan mereka merebut kota Tel Abyad dari kelompok militan ISIS tahun lalu menciptakan penyambungan teroritial antara Jazeera dan Ayn al-Arab. (ama)