Surat kabar Jerman, Sueddeutsche Zeitung mengaku menerima 11,5 juta dokumen bocor dari database firma hukum ini, dan membagikannya kepada International Consortium of Investigative Journalists, ICIJ, serta diselidiki oleh lebih dari 100 grup media.
Bocoran dokumen yang mengungkapkan harta tersembunyi sejumlah pemimpin dunia itu merinci sejumlah investasi keluarga pemimpin dunia di luar negeri. Meskipun hal itu bukan merupakan pelanggaran, namun bocoran dokumen ini menyiratkan modus pengemplangan pajak dan pencucian uang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan ICIJ yang diterbitkan pada Minggu (3/4) merinci transaksi keuangan miliaran dolar yang bergerak melalui berbagai rekening di luar negeri.
Fonseca menekankan bahwa perusahaannya tidak bertanggung jawab atas kegiatan perusahaan yang didirikan.
"Kami berdedikasi untuk membuat struktur hukum yang kami jual ke perantara seperti bank, pengacara, akuntan, dan lembaga pendanaan, dan mereka semua memiliki klien lain yang kami tidak tahu," kata Fonseca.
"Kami percaya ada serangan internasional melawan privasi. Privasi adalah hak asasi manusia yang suci (tapi) ada orang-orang di luar sana tidak mengerti itu, dan kami pasti percaya pada privasi dan akan terus bekerja sehingga privasi hukum dapat bekerja," katanya.
Firma hukum itu menyatakan dalam sebuah pernyataan terpisah yang diterbitkan oleh The Guardian, "Tampaknya Anda memiliki akses tidak sah ke dokumen kepemilikan dan informasi yang diambil dari perusahaan kami dan telah melaporkan dan menginterpretasikan dokumen itu di luar konteks."
Terkait tuduhan itu, juru bicara Guardian News & Media menyatakan "Dokumen itu diperoleh dari sumber tak dikenal oleh surat kabar Jerman Sueddeutsche Zeitung, yang kemudian membagikannya kepada Konsorsium Internasional of Investigative Journalists (ICIJ)."
The Guardian juga menyatakan, "[Firma hukum] Mossack Fonseca sudah dihubungi sebelum [artikel itu] diterbitkan dan kami menerbitkan tanggapan mereka secara utuh."
Pemerintah Panama menyatakan pada Minggu bahwa mereka akan bekerja sama untuk melakukan proses hukum terhadap sejumlah tuduhan yang muncul usai bocornya dokumen itu. (ama)