Dikutip dari The Independent, Selasa (3/5), Frederic Desnard, 44, mengaku jatuh sakit pada tahun 2014 bukan karena "bersemangat" kerja, tapi karena "kebosanan" lantaran berbulan-bulan tidak diberi pekerjaan apapun oleh bosnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desnard mengaku "terdorong ke ruang gelap" dan "mengalami neraka serta mimpi buruk" setelah perusahaan kehilangan kontrak besar dan perlu restrukturisasi.
Setelah bekerja di perusahaan itu selama delapan tahun sebagai manajer logistik, dia merasa diasingkan. "Saya tidak diberi pekerjaan. Kawan menjadi lawan. Semua orang hanya berpikir bagaimana menyelamatkan pekerjaan mereka," kata Desnard.
Akibat hal ini, dia mengaku mengalami masalah kesehatan, seperti maag, depresi dan insomnia. Setelah selama tujuh bulan cuti sakit, dia dipecat tanpa kompensasi.
"Saya depresi, saya malu karena tidak melakukan apa-apa," ujar dia.
Pihak perusahaan membantah tuduhan tersebut. Perusahaan mengatakan pada Desember 2015 pengadilan memutuskan Desnard berniat "memfitnah" perusahaan dan memiliki "kebencian pribadi terhadap" Interparfums.
Awalnya, perusahaan itu mengklaim, Desnard mengajukan kasus itu karena "bersemangat" tetapi kemudian diganti menjadi "membosankan"
Di bawah undang-undang tenaga kerja Perancis, sengaja tidak memberikan pekerjaan, mendiamkan atau mengucilkan karyawan adalah bentuk dari intimidasi oleh perusahaan.
Belum ada keputusan pengadilan terkait kasus ini. (den)