Dilansir dari CNN, Trunbull menyatakan bahwa dia mengunjungi Gubernur Jenderal Peter Cosgrove untuk meminta pembubaran parlemen dalam persiapan pemilihan umum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jajak pendapat yang diterbitkan pekan ini menunjukkan Turnbull memiliki peluang 50-50 untuk bertahan dalam pemilihan umum parlemen yang akan datang. Bahkan, saat ia mengumumkan pemilihan umum tersebut, Turnbull tengah berjuang untuk mendulang dukungan rakyat kepadanya dan partainya.
Sejak 2010, jabatan perdana menteri Australia sudah berpindah ke lima tokoh berbeda, termasuk Kevin Rudd yang mewarisi posisi itu dari Julia Gillard.
Koalisi pemerintahan Partai Liberal/Nasional yakin bahwa Turnbull mampu menghidupkan kembali popularitas koalisi yang anjlok di bawah kepemimpinan mantan pemimpin Tony Abbott.
Dihadapkan dengan jajak pendapat yang mengkhawatirkan, Turnbull mulai menguraikan rencana koalisinya untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan.
"Pada pemilihan ini, Australia akan memiliki pilihan yang sangat jelas - untuk menjaga stabilitas dan komitmen untuk rencana ekonomi nasional kita, untuk pertumbuhan dan pekerjaan- atau kembali ke [kekuasaan Partai] Buruh, dengan pajak tinggi, konsumsi tinggi, utang dan defisit," tuturnya.
Turnbull, yang merupakan mantan bankir, tengah berebut dukungan dengan rivalnya dari Partai Buruh, Bill Shorten, yang dahulu sempat menjabat sebagai kepala dari salah satu serikat pekerja paling kuat di Australia. (ama)