Seperti diberitakan Reuters, Kepala Senat Brasil, Renan Calheiros, mengatakan bahwa ia menolak keputusan Kongres. Ia menegaskan bahwa proses voting untuk menentukan nasib Roussef akan dilanjutkan sesuai jadwal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, keputusan Maranhao sempat membuat geger Brasil. Pasalnya, keputusan ini diambil selang beberapa hari sebelum Senat menggelar sidang pemakzulan terhadap Rousseff. Maranhao menyerukan voting ulang di Kongres untuk menentukan lagi nasib Rousseff.
Maranhao sendiri sebelumnya menentang keputusan partainya, Partai Progresif, dan menolak pemakzulan terhadap Rousseff di Kongres. Dia menjabat ketua Kongres setelah ketua sebelumnya, Eduardo Cunha, dipecat oleh Mahkamah Agung karena terlibat korupsi.
Langkah Maranhao yang menganulir keputusan Kongres itu juga dianggap berpotensi membawa kembali proses dari awal, yaitu melalui lima kali sesi voting yang melelahkan.
Win Thin, kepala lembaga strategi pasar keuangan, Brown Brothers Harriman, mengatakan keputusan Maranhao tidak akan bisa menggagalkan pemakzulan. "Ini hanya penundaan. Masih banyak voting yang bisa memakzulkan, tapi ini seperti yang telah saya peringatkan beberapa pekan terakhir, bahwa ini bukanlah proses yang cepat dan mudah," katanya. (ama/ama)