Dilaporkan The Guardian, maskapai EgyptAir sebelumnya menyatakan bahwa pesawat itu berada pada ketinggian 37.000 kaki dan dilaporkan hilang sekitar 80 mil (130 kilometer) atau sekitar 10 menit sebelum memasuki wilayah udara Mesir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Flight Radar 24, dalam akun Twitter-nya menyatakan bahwa pesawat itu berjenis Airbus A320-232 (SU-GCC), yang dikirim tahun 2003.
Maskapai EgyptAir sebelumnya mengalami insiden pembajakan yang memantik perhatian internasional pada Maret lalu. Pesawatnya dengan nomor penerbangan MS181 dibajak dan diarahkan untuk mendarat di Larnaca, Cyprus.
Diduga merupakan aksi terorisme, pembajakan ini dilakukan oleh Seif Eldin Mustafa lantaran rindu kepada mantan istrinya yang berada di Cyprus. Mustafa kemudian ditangkap dan semua penumpang serta awak pesawat dibebaskan tanpa cedera. (ama)