Pria bernama Mounir Namour itu merupakan salah satu penumpang MS804 yang berangkat dari Paris, Perancis, menuju Kairo, Mesir, pada Rabu malam lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusannya untuk tidak naik pesawat karena atas perintah orang tuanya. "Orang tua saya mengatakan untuk tidak naik ke pesawat, lalu terjadilah," kata dia lagi.
Pesawat yang membawa 56 penumpang dan 10 kru itu jatuh di Laut Mediterania setelah hilang dari radar pada Kamis dini hari. Seluruh orang di dalamnya diduga tewas, sebagian puing dan jasad penumpang ditemukan pada Jumat pagi waktu Mesir.
"Saya sangat beruntung tidak naik penerbangan itu. Sangat berat sekali ketika saya melihat berita. Perut saya langsung melilit, dan masih seperti itu hingga sekarang," ujar Namour lagi.
Misteri masih menyelimuti soal penyebab insiden tersebut. Saat kecelakaan terjadi, cuaca sangat cerah dan pesawat tidak diketahui memiliki masalah teknis. Pilot dan kopilot dalam pesawat itu juga sangat berpengalaman.
Berbagai dugaan muncul, salah satunya adalah aksi terorisme seperti yang disampaikan pemerintah Mesir dan Perancis. Namun data terbaru menunjukkan terdapat asap di pesawat sesaat sebelum hilang dari radar, mencuatkan dugaan adanya kesalahan teknis dalam insiden ini.
Pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari Mesir, Yunani, Italia, Perancis, Amerika Serikat, Cyprus dan Inggris. Penyebab kecelakaan baru akan diselidiki setelah ditemukan kotak hitam yang merekam percakapan dalam kokpit. (den)