"Kami mengkhawatirkan perlindungan anak-anak dalam menghadapi kekerasan yang ekstrem," menurut Peter Hawkins, perwakilan UNICEF Irak, dalam pernyataan pada Rabu (1/6).
"Anak-anak menghadapi risiko perekrutan paksa untuk bertempur,” tambahnya. Ini berarti bahwa anak-anak itu juga terpaksa berpisah dari orangtua mereka.
[Gambas:Video CNN]
Didukung milisi Syiah dan serangan udara koalisi pimpinan AS, angkatan bersenjata Irak meluncurkan serangan untuk merebut Fallujah dari ISIS sejak 23 Mei lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PBB mengatakan sekitar 50 ribu warga sipil masih terjebak di dalam Fallujah.
Pasukan keamanan Irak yang beroperasi di Fallujah secara sistematis memisahkan pria dan anak laki-laki berusia lebih 12 tahun untuk diselidiki kemungkinan memiliki hubungan dengan ISIS.
"UNICEF menyerukan semua pihak untuk melindungi anak-anak yang berada di Fallujah, menyediakan perjalanan yang aman untuk mereka yang ingin meninggalkan kota dan menjaga warga sipil yang melarikan diri dari Fallujah,” kata Hawkins. (stu)