Diberitakan Reuters, beberapa jet tersebut terbang pada siang hari dan dari ketinggian menyerang kamp darurat di mana beberapa ratus orang, kebanyakan perempuan dan anak-anak, di tanah tak berpenghuni itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Markas Asoud al Sharqiya sendiri sebenarnya berada di Amman, Yordania. Kamp yang digempur ini merupakan tempat tinggal keluarga personel Asoud al Sharqiya.
Hingga kini, Kementerian Pertahanan Rusia belum dapat dihubungi untuk dimintai konfirmasi. Namun, seorang diplomat senior Barat mengonfirmasi insiden tersebut. Menurut informasi awal, memang ada beberapa jet Rusia yang melakukan serangan.
Jika terkonfirmasi, ini merupakan kali pertama serangan udara Rusia terdekat ke perbatasan Yordania sejak Kremlin memutuskan untuk menerjunkan pasukannya demi membantu Presiden Bashar al-Assad dalam perang sipil di Suriah.
Menurut juru bicara salah satu brigade FSA, Seif al Qalamoni, serbuan itu terjadi dekat kamp pengungsi Hadalat, salah satu penampungan terbesar di wilayah itu.
Jalur yang terisolasi ini terletak dekat perbatasan antara Irak, Suriah, dan Yordania. Di sana, terdapat pula kamp-kamp lain tempat tinggalnya 60 orang yang kabur dari daerah pusat dan timur Suriah. Pasukan Yordania diizinkan memasuki wilayah ini dengan alasan keselamatan.
Namun, militer Yordania tetap mendeklarasikan perbatasannya sebagai zona militer tertutup setelah terjadi serangan yang diduga dilakukan oleh militan ISIS pada bulan lalu. Insiden itu menewaskan enam penjaga perbatasan Yordania.
Para pengungsi dilaporkan kekurangan makanan sejak tentara Yordania mengisolasi daerah tersebut. (den)