Diberitakan CNN, dalam video yang dirilis di internet pada Selasa (12/7) itu, Cantlie berdiri di depan Universitas Mosul di Irak. Bangunan hancur berkeping-keping karena serangan udara koalisi AS pada Maret lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam tiga adegan terakhir video yang semuanya diambil di Mosul itu, Cantlie berdiri di pusat bisnis, saat masyarakat tengah berbelanja keperluan Idul Fitri, seakan memperlihatkan kehidupan warga yang normal di wilayah pendudukan ISIS. Melihat waktu pengambilannya, diperkirakan video itu dibuat pekan lalu.
Cantlie, seorang jurnalis, diculik ISIS pada tahun 2012 saat meliput di Suriah. Dia beberapa kali muncul dalam video propaganda ISIS.
Sebelumnya Maret lalu, Cantlie tampil dalam video ISIS di Mosul. Dalam video tersebut, pria 45 tahun itu memperlihatkan sebuah kios koran kecil di pinggir jalan yang hancur oleh serangan AS.
"Setelah 20 bulan dan menghabiskan US$5 miliar, Amerika sukses menghancurkan kios media ISIS," ujar Cantlie kala itu.
Video merupakan salah satu alat propaganda ISIS dalam menebar ancaman atau merekrut anggota. ISIS menampilkan pemenggalan sandera atau pertempuran dalam video.
Pada September 2014, ISIS mengeksekusi mati David Haines, warga asal Inggris. Pada Oktober di tahun yang sama, ISIS memenggal Alan Henning, pekerja kemanusiaan asal Inggris. (den)