Dilansir Independent, badan cuaca di Mitribah yang terletak di utara Kuwait merekam data itu di tengah gelombang panas yang sedang melanda Timur Tengah. Di kota kuno Basra, Irak, pada hari yang sama, Kamis lalu, suhu udara hanya terpaut sedikit, yakni 53,9 derajat Celcius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, suhu setinggi 45 derajat Celcius saja bisa menyebabkan ratusan korban jiwa. Di Karachi pada 2015, sebanyak 780 orang tewas akibat gelombang panas.
Dilansir Guardian, pemerintah Irak merespon suhu tinggi selama dua hari berturut-turut pada Rabu dan Kamis lalu di Basra dengan menutup kantor-kantor pemerintahan.
Tingginya suhu juga dilaporkan telah memberi dampak signifikan di kamp-kamp pengungsi di Irak, yang melarikan diri dari rumah mereka di Fallujah. Selain tingginya suhu membuat kepanasan, kekurangan air dan pasokan listrik juga menambah penderitaan pengungsi. (stu)