Malam pembuka konvensi pada Senin (25/7) berlangsung dramatis. Para pendukung Sanders berulang kali berupaya mengganggu proses konvensi, meneriakkan nama Sanders berulang-ulang dan mencemooh pendukung Clinton.
Teriakkan semakin menjadi ketika Sanders tampil di atas panggung. Menurut laporan The Guardian, Sanders bahkan butuh tiga menit untuk menenangkan teriakkan para pendukungnya dan memulai pidato.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat pendukungnya dan pendukung Clinton saling melemparkan cemoohan, Sanders kemudian berusaha mempersatukan para hadirin. "Hillary Clinton akan menjadi presiden yang luar biasa dan saya bangga berdiri bersamanya malam ini," ucap Sanders.
Berkaca-kaca
Sanders kemudian melanjutkan pujiannya kepada mantan rivalnya dalam nominasi capres. "Hillary Clinton mengerti bahwa jika seseorang bekerja 40 jam per minggu di Amerika, maka dia tidak akan hidup dalam kemiskinan. Dia mengerti bahwa kita harus meningkatkan upah minimum menjadi upah [yang cukup] untuk hidup. Dia berkomitmen untuk menciptakan jutaan pekerjaan baru.
Beberapa delegasi bahkan terlihat meneteskan air mata mereka ketika Sanders menyatakan dia ikut merasakan kekecewaan para pendukungnya yang telah melakukan segalanya untuk mendukung gerakan politik gaya baru yang diusungnya, menurut laporan CNN.
Beberapa delegasi bahkan terlihat meneteskan air mata mereka ketika Sanders menyatakan dia ikut merasakan kekecewaan para pendukungnya. (Reuters/Jim Young) |
Namun pada satu momen, Sanders menyatakan dukungan itu akan mengancam pencalonan Clinton sebagai capres dari Demokrat. Sanders menyatakan bahwa pendukungnya tidak punya pilihan selain menelan kecewa mereka dan turut ambil bagian dalam pemilu.
"Jika Anda tidak percaya pemilu ini penting, jika Anda mengabaikannya, pikirkan sejenak soal hakim agung yang akan ditunjuk Donald Trump dan soal arti kebebasan sipil, penyetaraan hak dan masa depan negara kita," ujar Sanders.
"Bukan rahasia jika Hillary Clinton dan saya kerap tak sepakat dalam berbagai hal. Namun itulah inti dari kampanye. Itulah inti dari Demokrasi," ujar Sanders.
Perpecahan antara pendukung Sanders dan Clinton memang jelas terlihat dalam konvensi, menyusul terbongkarnya keberpihakan petinggi Komite Nasional Demokrat, DNC, dalam pencalonan Clinton, melalui ribuan email yang bocor ke publik akhir pekan lalu.
Dalam 19 ribu email yang bocor di situs WikiLeaks, sejumlah petinggi Demokrat diketahui mencoba melemahkan pencalonan Sanders. Salah satunya adalah dengan memunculkan pertanyaan soal apakah Sanders adalah seorang ateis. Padahal, Sanders adalah seorang Yahudi.
Insiden ini memicu pengunduran diri pemimpin DNC, Debbie Wasserman Schultz, yang diumumkan pada malam sebelum konvensi. Posisi Schultz akan digantikan sementara oleh wakilnya, Donna Brazile.
Selain Sanders, sejumlah pejabat Demokrat lainnya juga tampil dalam konvensi dan menyerukan dukungan kepada Clinton. Ibu Negara Michele Obama menyatakan Clinton adalah calon yang paling pantas untuk meneruskan posisi yang saat ini dijabat suaminya. "Saya mendukungnya [Clinton]," ujar Obama. (ama/stu)
Beberapa delegasi bahkan terlihat meneteskan air mata mereka ketika Sanders menyatakan dia ikut merasakan kekecewaan para pendukungnya. (Reuters/Jim Young)