Lebih dari satu juta migran membanjiri Jerman tahun lalu. Pemerintah Jerman kini tengah berupaya agar para pengungsi mendapatkan pekerjaan dan mengurangi ketergantungan mereka terhadap bantuan dari pemerintah Jerman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait kritikan ini, para pemimpin perusahaan Jerman kemudian berdalih bahwa sebagian besar mereka tidak memiliki banyak lowongan pekerjaan untuk para pengungsi, karena sebagian besar imigran tak dapat berbahasa Jerman dan tidak menempuh pendidikan yang diperlukan untuk mendapat pekerjaan.
Sejumlah perusahaan besar itu termasuk perusahaan elektronik Siemens, perusahaan bahan kimia Evonik serta produsen mobil Opel dan VW. Beberapa perusahaan itu akan berdiskusi dengan Merkel soal hasil proyek percontohan untuk memberdayakan pengungsi dalam pertemuan yang akan berlangsung pada 14 September mendatang.
Namun, kantor Merkel menolak mengkonfirmasi laporan Bild tersebut.
Harian Jerman lainnya, Frankfurter Allgemeine Zeitung, melaporkan bulan lalu bahwa sebanyak 30 perusahaan terbesar yang terdaftar dalam DAX telah memperkerjakan sekitar 54 pengungsi hingga Juni tahun ini, termasuk 5- pengungsi yang dipekerjakan oleh perusahaan penyedia logistik Deutsche Post.
Wakil Kanselir Jerman Sigmar Gabriel bulan lalu juga mendesak para perusahaan besar untuk berkontribusi lebih besar merekrut para pengungsi. Gabriel menyatakan usaha perusahaan besar itu kalah jauh jika dibandingkan dengan upaya Mittelstand, perusahaan skala kecil dan menengah yang dianggap tulang punggung perekonomian terbesar di Eropa.
Lebih dari 1,1 juta imigran tiba di Jerman tahun lalu, sebagian besar merupakan pengungsi yang melarikan diri konflik di Suriah, Afghanistan dan Irak. (ama)