Pada Selasa (23/8), kepala polisi Filipina menyatakan dalam rapat dengar pendapat Senat bahwa China, Taiwan dan Hong Kong yang menjadi sumber utama obat-obatan terlarang, dan sejumlah keluarga China terlibat dalam praktik perdagangan manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Duta besar China) mengatakan bahwa laporan ini tidak benar dan saya mengatakan kepadanya bahwa laporan ini didasarkan pada informasi intelijen, mereka telah divalidasi sejauh yang kami ketahui, jadi saya ingin klarifikasi dari dia," kata Yasay.
Lebih dari 1.900 orang tewas dalam kampanye anti-narkoba sejak Duterte, yang dijuluki "The Punisher", dilantik sebagai presiden tujuh pekan lalu.
Polisi menyatakan ampir 700 ribu pengguna dan pengedar narkoba menyerahkan diri karena takut ditembak.
Berbicara di sebuah pangkalan militer di luar Manila pada Rabu, Duterte mengungkapkan bahwa China telah menawarkan untuk membangun pusat rehabilitasi bagi pecandu narkoba di sejumlah kamp militer. China juga telah mengundang kepala polisi Filipina untuk mengunjungi Beijing untuk melihat peralatan yang digunakan polisi China untuk melawan narkoba.
China juga memberlakukan hukuman mati atas pelanggaran narkoba. (ama)