Politisasi Kasus Penembakan dan Typo Memalukan Donald Trump

Deddy S, CNN Indonesia | Minggu, 28/08/2016 05:20 WIB
Politisasi Kasus Penembakan dan Typo Memalukan Donald Trump Donald Trump (CNN Indonesia/REUTERS/Carlo Allegri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kandidat Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump mencoba memanfaatkan penembakan tragis yang menewaskan sepupu bintang basket AS, Dwyane Wade, untuk ‘mencuri’ hati pemilih dari kalangan kulit hitam di Chicago. Tapi tindakannya menuai kritik.

“Dwayne Wade's cousin was just shot and killed walking her baby in Chicago. Just what I have been saying. African-Americans will VOTE TRUMP!” begitu cuitan yang ditulis Trump pada Sabtu (27/8), sehari setelah Nykea Aldridge, sepupu Wade, tertembak di South Side.

Postingan ini dinilai tak menunjukkan rasa prihatin sama sekali pada kasus penembakan itu. “Menjijikkan dan psikotik,” kata Stuart Steven, penulis dan konsultan politik, melalui akun Twitternya, seperti dikutip LA Times.


Apalagi, Trump ternyata melakukan typo saat mengetik nama depan Wade di cuitannya.

Seperti dikutip dari Daily News, beberapa jam kemudian Trump menghapus tweet typo itu, lalu mengirimkan cuitan baru yang masih identik dengan cuitan sebelumnya, hanya dengan penyebutan nama Wade yang benar.

Wade tumbuh besar di Chicago dan pada awal tahun ini bergabung ke klub Chicago Bulls.

Sepupunya itu sendiri, Aldridge, 32 tahun, dan bayinya sedang berjalan-jalan dengan seorang pria di blok 6300 di South Calumet Avenue pada pukul 15.30 waktu setempat. Tiba-tiba dua pria mendekati mereka dan salah satunya menembak ke arah teman Aldridge.

Tembakannya malah mengenai kepala dan tangan Aldridge. Dia segera dilarikan ke Rumah Sakit Stroger tapi nyawanya tak tertolong. Bayinya sendiri tak terluka.

Cuitan dari Trump adalah kelanjutan usahanya menarik perhatian warga atas tingginya kasus kekerasan di Chicago. Dia mengkritisi banyak orang di kota itu, mulai dari kepala kepolisian sampai Presiden Barack Obama yang berasal dari kota itu.

Saat berpidato di Konvensi Nasional Republik, Trump mengkritisi tingginya kasus kekerasan di Chicago, daerah asal Obama. “Di kota ini lebih dari 2.000 orang jadi korban penembakan dan hampir 4.000 orang tewas di Chicago sejak dia (Obama) berkuasa,” kata Trump.

Solusinya, kata Trump, dalam sejumlah kesempatan, adalah dengan bertindak lebih tegas. Dia menilai, pemerintahan dan kepolisian di Chicago terlalu ‘lembek’. (ded/ded)