Melalui saluran telepon otomatis atau robocall, pada awalnya Duke membahas masalah imigran yang mulai membeludak di AS.
"Kita akan dibebani pajak hingga mati. Kita akan kehilangan pekerjaan dan bisnis karena perdagangan yang tidak adil. Kita kehilangan negara kita," ujar Duke dalam sebuah rekaman telepon yang dirilis Buzzfeed dan dikutip oleh AFP, Senin (29/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, tim kampanye Trump membantah ada hubungan dengan Duke. Mereka bahkan menyebut bahwa Trump tidak mendukung kampanye apa pun yang dilakukan oleh Duke.
"Ini benar-benar mengganggu. [Kami] tidak mengetahui kampanye yang dijalankan David Duke dan kami menolak David Duke dan tidak mendukung aktivitas apa pun yang dia lakukan," ucap juru bicara tim kampanye Trump, Katrina Pierson.
Trump pun sempat dikritik karena tidak segera menolak Duke ketika mantan pemimpin KKK itu menyatakan dukungan terhadap beberapa gagasan sang capres dari Partai Republik tersebut enam bulan lalu. Namun kemudian, Trump akhirnya menolak Duke. (stu/stu)