Persetujuan itu, kata Iqbal, didapatkan setelah KBRI Manila melakukan berbagai upaya, termasuk menyampaikan surat jaminan tambahan kepada otoritas Filipina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bapak Duta Besar RI di Manila [Johny Lumintang] didampingi tim Kemlu akan langsung mendampingi para WNI dalam penerbangan tersebut,” ujar Iqbal dalam pesan singkat yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (3/9).
Iqbal memaparkan bahwa sebanyak 100 penumpang yang berasal dari Sulawesi akan diserahterimakan kepada Pemda Sulawesi Selatan di Bandara Hassanudin.
Sementara, sebanyak 68 WNI lainnya akan diserahterimakan oleh duta besar kepada masing-masing pemerintah daerah di Bandara Soekarno-Hatta.
“Mereka berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Banten, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau dan Sumatera Utara,” tutur Iqbal.
Kasus 177 WNI calon haji terungkap ketika pihak imigrasi Bandara Internasional Manila mendapati adanya 217 orang penumpang Philippines Airlines jurusan Jeddah yang paspornya mencurigakan. Setelah diselidiki, 177 orang di antara kelompok tersebut diyakini merupakan WNI yang hendak menunaikan ibadah haji.
Para WNI tersebut sebenarnya menggunakan paspor Indonesia saat berangkat dari tanah air mereka menuju Filipina. Namun ketika akan berangkat menuju Mekkah, mereka menggunakan paspor Filipina. (ama)