Evakuasi itu seharusnya dijadwalkan pada Senin kemarin ke Provinsi Idlib. Ini disebut sebagai bagian upaya pemerintah Suriah membuat kesepakatan dengan pemberontak di wilayah terkepung (di Homs) agar bisa mencapai wilayah Idlib yang dikuasai oleh kelompok pemberontak.
“Jika kondisinya baik, evakuasi pejuang dan keluarga mereka akan langsung dilakukan,” kata Gubernur Homs Talal Barazi pada Senin malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok oposisi di Suriah mengatakan bahwa mereka menentang proses evakuasi semacam ini. Bulan lalu, kesepakatan serupa berujung pada penyerahan diri kelompok pemberontak di Daraya, daerah di pinggiran Damaskus.
Lihat juga:Konvoi Bantuan PBB untuk Aleppo Diserang |
“Kami tak percaya rezim [Bashar al-Assad],” kata Abu Zeid. “Itulah sebabnya orang-orang tak mau pergi.”
Pada Senin malam, militer Suriah mengumumkan bahwa gencatan senjata sepekan yang digagas oleh Amerika Serikat dan Rusia telah berakhir. Menyusul itu, pemerintah Suriah dan Rusia langsung melancarkan serangan udara, yang diduga mengenai konvoi bantuan kemanusiaan PBB di dekat Aleppo. (stu)