Sejak gelombang pengungsi membanjiri Eropa, Turki terus didesak untuk memberlakukan kontrol lebih ketat di perbatasan dengan Suriah, terutama oleh nagara sekutunya yang tergabung dalam NATO.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain persoalan pengungsi, Turki juga mengantisipasi kekuatan kelompok Kurdi Suriah yang makin menguat.
Bulan lalu, Turki melancarkan operasi dengan kelompok pemberontak Suriah, selain untuk menggempur ISIS, juga untuk menyetop kemajuan yang terus dibuat oleh milisi Kursi Suriah, YPG.
Turki menganggap YPG memiliki hubungan dekat dengan pemberontak Kurdi Turki, PKK, yang dicap Ankara, Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai teroris.
Sementara itu, AS menganggap YPG sebagai sekutu dalam operasi menggempur ISIS di Suriah. (stu)