Tangis Pecah di Thailand

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 13/10/2016 20:40 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Tangis rakyat Thailand langsung pecah setelah pengumuman kematian Raja Bhumibol Adulyadej pada Kamis.

Raja Thailand Bhumibol Adulyadej meninggal dunia pada usia 88 tahun, Kamis (13/10). (Reuters/Athit Perawongmetha)
Sebelumnya, Bhumibol dinyatakan dalam kondisi tidak stabil setelah menjalani cuci darah pekan lalu. Beberapa bulan terakhir, kesehatan Bhumibol memang memburuk. (Reuters/Athit Perawongmetha)
Pekan ini, ratusan orang mendoakan kesembuhan Bhumibol di depan rumah sakit Siriraj tempat dia dirawat. Mereka mengenakan pakaian pink, warna yang diyakini membawa keberuntungan bagi sang raja tercinta. (Reuters/Athit Perawongmetha)
Tangis langsung pecah setelah pengumuman kematian Bhumibol pada Kamis. Bhumibol dinyatakan wafat pada Kamis sore, namun pengumumannya ditunda hingga malam.  (Reuters/Athit Perawongmetha)
Bhumibol memimpin Thailand selama 70 tahun, raja terlama di dunia yang pernah memimpin. Setelah Bhumibol wafat, kini gelar monarki terlama dipegang Ratu Elizabeth II di Inggris. (Reuters/Athit Perawongmetha)
Bhumibol adalah raja kesembilan dari Dinasti Chakri yang memerintah sejak Juni 1946. Ia merupakan raja dengan masa kepemimpinan terpanjang yakni sekitar 70 tahun. (Reuters/Athit Perawongmetha)
Pada tahun 2008 hingga 2013, Majalah Forbes menyatakan Bhumibol termasuk dalam bangsawan terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai US$30 miliar pada 2010.REUTERS/Athit Perawongmetha
Bhumibol melanjutkan takhta sebagai raja Thailand pada usia 18 tahun setelah saudaranya, Raja Ananda Mahidol meninggal akibat luka tembak di tahun 1946. (Reuters/Jorge Silva)
Sosok Bhumibol dianggap sakral dan menjadi simbol negara. Penghinaan terhadap dirinya bisa berujung hukuman penjara berdasarkan hukum  lese majeste yang diterapkan di Thailand. (Reuters/Athit Perawongmetha)