Kondisi Raja Bhumibol, 88, terus menurun selama beberapa tahun terakhir. Hampir sepanjang tahun lalu, Bhumibol dirawat di Rumah Sakit Siriraj di Bangkok, salah satunya akibat pembengkakan paru-paru dan kontraksi otot jantung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesehatan Bhumibol yang tak stabil dipublikasikan melalui pernyataan resmi dari pihak istana pada Minggu (9/10), dikutip dari Reuters. Ini merupakan pernyataan kedua dari istana, setelah pada 1 Oktober lalu mengumumkan bahwa sang raja telah pulih dari infeksi pernapasan.
Pihak istana memaparkan raja Bhumibol menjalani perawatan hemodialisis untuk membersihkan darah dari racun, garam dan cairan ekstra, yang kerap kali menyebabkan tekanan darahnya menurun.
"Dokter memberinya obat dan menempatkan dia di ruangan ventilator agar tekanan darahnya kembali normal," ujar pihak istana.
"Kondisinya belum stabil," kata istana, sembari menyatakan bahwa kondisi sang raja akan terus dipantau.
Bhumibol Adulyadej, merupakan raja kesembilan dari Dinasti Chakri. Bhumibol memerintah kerajaan sejak Juni 1946. Ia merupakan kepala pemerintah sekaligus raja dengan masa terpanjang yakni sekitar 70 tahun.
Pada tahun 2008 hingga 2013, Majalah Forbes menyatakan Bhumibol termasuk dalam bangsawan terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai US$30 miliar pada 2010.
Berita tentang keluarga kerajaan dikendalikan dengan ketat di Thailand, negara yang masih menerapkan hukum lese majeste, atau hukum yang melindungi para bangsawan dari pencemaran nama baik, penghinaan atau ancaman.
Mengkritik keluarga kerajaan tidak hanya dianggap tabu tapi juga melawan hukum dan diancam penjara dengan waktu yang lama. Ia memerintahkan masyarakatnya untuk menghormatinya dengan memasang gambar dan foto-fotonya pada toko-toko, restoran, dan rumah warga. (den)