Diberitakan CNN, Sharbat Gula, 44, ditahan di Peshawar karena dituduh menetap secara ilegal di Pakistan dan juga memalsukan beberapa dokumen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wajah Gula mendunia setelah dipotret oleh fotografer Steve McCurry dan menjadi gambar sampul National Geographic. Saat itu Gula baru berusia 12 tahun, namun parasnya dengan matanya yang indah menggambarkan dengan jelas suasana para pengungsi Afghanistan yang hidupnya kacau karena perang.
McCurry berkomitmen untuk membantu Gula secara hukum dan finansial.
"Saya keberatan dengan tindakan otoritas Pakistan menahan Gula. Dirinya telah menderita sepanjang hidupnya. Penangkapan Gula merupakan pelanggaran berat HAM," ucap McCurry.
Badan PBB untuk Pengungsi (UNHCR) di Afganistan menyatakan, bantuan hukum dan finansial bisa diberikan kepada Gula saat dirinya terdaftar secara resmi sebagai pengungsi.
Menurut petugas UNHCR Pakistan Duniya Khan, pihaknya tidak bisa mengintervensi kasus penahanan Gula karena berada dalam status 'imigran tidak berdokumen'.
Lembaga bantuan pengungsi, International Organization for Migration (IOM), mengatakan langkah penahanan Gula dilakukan sebagai upaya menekan para pengungsi Afghanistan untuk kembali ke negara mereka.
"Ini tanda bahwa pemerintah Pakistan menekan para imigran dengan mulai membidik seseorang yang cukup dikenal publik," kata Petugas Pengembangan Proyek IOM di Afganistan.
Sekitar setengah juta warga Afghanistan telah menyeberangi perbatasan Pakistan untuk kembali ke negara asal mereka pada 2016 ini, seiring dengan imbauan pemerintah Islamabad kepada para pendatang ilegal.
Hingga saat ini, Kementerian Dalam Negeri Pakistan belum menanggapi perihal persoalan pengungsi ini. (den)