UNICEF: 300 Juta Anak Terpapar Polusi Udara Setiap Hari

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 31/10/2016 10:57 WIB
UNICEF: 300 Juta Anak Terpapar Polusi Udara Setiap Hari Ilustrasi polusi udara (Reuters/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- PBB menyatakan, sekitar 300 juta anak terancam mengalami kerusakan fisik dan gangguan perkembangan otak yang serius karena terpapar udara luar ruangan yang tercemar polusi berat setiap harinya.

Berdasarkan studi yang dirilis pada Senin (31/10) oleh badan pemerhati hak anak PBB, UNICEF, polusi udara merupakan salah satu faktor utama penyebab kematian pada anak. Polusi udara disebut menyebabkan kematian satu dari sepuluh anak di dunia yang berada di bawah usia lima tahun.

Selain itu, data UNICEF menyebutkan bahwa satu dari tujuh anak di seluruh dunia menghirup udara luar ruangan enam kali lebih kotor dari standar yang tercantum dalam pedoman internasional.


UNICEF mengutip data dari citra satelit yang menunjukkan bahwa sekitar dua miliar anak tinggal di daerah yang memiliki kualitas udara luar ruangan kotor melebihi standar minimum yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berdasarkan studi, sekitar 620 juta anak tinggal di daerah berpolusi di Asia Selatan. Jumlah ini menjadikan kawasan Asia Selatan sebagai kawasan dengan jumlah anak terbanyak yang tinggal dengan kualitas udara buruk, diikuti oleh negara Afrika dengan sekitar 520 juta anak, dan Asia Timur-Pasifik sekitar 450 juta anak.

Berdasarkan data tersebut, UNICEF mendorong para pemimpin untuk segera mengambil tindakan dalam mengurangi polusi udara di negara mereka, demi meningkatkan akses kesehatan bagi anak-anak.

"Polusi udara merupakan faktor utama dalam kematian sekitar 600 ribu balita setiap tahunnya. Kondisi ini sangat mengancam kehidupan dan masa depan jutaan anak setiap harinya," tutur Direktur Eksekutif UNICEF, Anthony Lake, dikutip dari AFP.

Polusi udara disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor, bahan bakar fosil, debu, libah pembakaran, dan polutan udara lainnya. Lake menuturkan, polusi udara tidak hanya membahayakan perkembangan paru-paru tapi juga dapat merusak perkembangan otak pada anak.

Selain itu, polusi udara di dalam atau luar ruangan secara langsung juga dapat menimbulkan berbagai penyakit pernafasan, termasuk pneumonia. 

UNICEF merilis studi ini berselang sepekan sebelum PBB menggelar sidang umum perubahan iklim tahunan (COP-22) yang akan diselenggarakan di Maroko pada awal November mendatang. (ama)