Pertempuran itu terjadi setelah serangan besar-besaran diluncurkan oleh pasukan Irak didukung berbagai pasukan dari koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Operasi militer ini juga merupakan yang terbesar sejak invasi AS yang menggulingkan Saddam Hussein pada 2003 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber intelijen Kurdi Peshmerga menerima laporan bahwa tujuh militan ISIS tewas di distrik Aden, yang berdekatan dengan Karama, dan dua kendaraan mereka hancur akibat serangan.
Perdana Menteri Haider al-Abadi, berbicara di pangkalan udara militer Qayyara di wilayah selatan Mosul, menyatakan pasukan Irak berusaha menutup semua rute pelarian yang diduga akan digunakan oleh ribuan militan ISIS untuk lari dari Mosul.
"Insya Allah, kami akan memenggal kepala ular. Mereka tidak akan dapat melarikan diri, mereka lebih baik mati atau menyerah," ujar Abadi merujuk kepada militan ISIS.
Sekitar 50 ribu tentara pasukan keamanan Irak, polisi, para pejuang Kurdi Peshmerga, ribuan milisi Syiah dan koalisi pimpinan AS memulai serangan terhadap kelompok ISIS sejak 17 Oktober lalu. Pertempuran diperkirakan akan berjalan alot karena ISIS kerap meluncurkan serangan balik dan menjadikan sekitar 1,5 juta warga Mosul sebagai perisai manusia. (ama)