Presiden Korsel Diguncang Skandal, Siap Ditanyai Polisi

Reuters, AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 05/11/2016 03:13 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Korea Selatan, Park Geun-Hye, tengah diguncang skandal kebocoran dokumen negara yang terungkap beberapa pekan terakhir.

Presiden Korea Selatan, Park Geun-Hye, menghadapi guncangan terbesar dalam kepemimpinannya, menyusul skandal kebocoran dokumen negara yang terungkap beberapa pekan terakhir. (Reuters/Ed Jones/Pool)
Pada Jumat (4/11), Park meluncurkan pidato nasional, menekankan bahwa dia bersedia diselidiki atas dugaan kasus korupsi, yang melibatkan sahabatnya, Choi Soon-Sil, yang kini mendekam dalam tahanan polisi. (Seo Myeong-gon/Yonhap via Reuters)
Skandal bermula ketika pada akhir Oktober tersiar kabar bahwa Park memperlihatkan sejumlah dokumen negara kepada Choi, termasuk pidatonya sebelum pemilihan presiden pada 2012 lalu. Park mengakui tindakan ini, dan menyatakan ia meminta Choi memberikan pendapat pribadi soal dokumen negara. (Reuters/Korea Pool)
Akibat skandal ini, sekitar 1.200 warga Korea Selatan berunjuk rasa di Seoul sejak pekan lalu untuk menuntut pengunduran diri Presiden Park Geun-hye. Jajak pendapat Gallup menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada Park merosot hingga 5 persen pada akhir pekan ini. (AFP Photo/ Ed Jones)
Dalam pidato yang disiarkan di TV nasional, Park terlihat bercucuran air mata dan meminta maaf kepada seluruh warga Korsel. Ia menyebut dirinya pemimpin yang
Choi, 60, ditahan polisi pada Kamis (3/11) atas dugaan berupaya mencampuri urusan negara dengan memanfaatkan kedekatannya dengan presiden. Ia juga dilaporkan memeras konglomerat lokal agar memberikan sumbangan bernilai jutaan dolar kepada lembaga non-profit yang dikelolanya, yang digunakan untuk kepentingan pribadi. (AFP Photo/Ed Jones)
Park menegaskan ia tak akan berlindung di balik posisinya sebagai presiden dan akan terbuka proses hukum terkait kasus itu untuk dimintai keterangan. (AFP Photo/Ed Jones)
Berdasarkan konstitusi Korsel, Presiden Park kebal dari penuntutan pidana kecuali melakukan pemberontakan atau pengkhianatan pada negara. Namun, para pakar menilai bahwa seorang presiden dapat dimintai keterangan sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berjalan. (AFP Photo/Ed Jones)
Dalam pidatonya, Park juga membantah ia terkait dengan kelompok agama yang didirikan oleh ayah Choi. Publik menuding ayah Choi telah memberikan pengaruh tak sehat kepada Park yang dapat memengaruhi kebijakannya. (AFP Photo/Ed Jones)
Dalam sepekan terakhir, Park merombak sejumlah menterinya, termasuk menunjuk tokoh bagi sebagai perdana menteri Korsel, Kim Byong-joon. (Reuters/Kim Hong-Ji)