Seperti dilansir Reuters, Letnan Jenderal Raed Shakir Jawdat dari Angkatan Bersenjata Irak mengatakan pasukannya sudah menguasai pusat kota Hammam, 15 kilometer di selatan Mosul.
Serangan di selatan datang hanya beberapa hari setelah pasukan khusus Irak menyerang kota-kota di timur Mosul. Mereka mengklaim telah merebut enam area untuk kali pertama setelah keluar dari Mosul pada dua tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertempuran Berat
Serangan ke Mosul bukanlah upaya yang mudah. Setidaknya itu kesan yang ditangkap koresponden CNN, Arwa Damon, dan fotografer Brice Laine, yang melihat langsung pertempuran di pinggiran Mosul, pada Jumat dan Sabtu (5/11) kemarin.
Kekuatan angkatan bersenjata Irak mencapai 30.000 orang, termasuk tentara dari pasukan elite seperti pasukan kontra terorisme dan Golden Division.
Tapi kemampuan seluruh pasukan ini tak sama. Komunikasinya pun buruk. Seorang juru bicara salah satu divisi mengatakan, pusat komando tak bisa bicara langsung kepada kebanyakan unit di medan pertempuran.
Ini akan sangat merugikan di tengah pertempuran kota. Mereka berhadapan dengan pasukan ISIS yang sudah memperkuat pertahanannya selama dua tahun ini.
Amerika Serikat memperkirakan ada 3.000-5.000 pejuang ISIS di Mosul dan tambahan 1.500-2.000 lainnya di perbatasan kota.