Kementerian Luar Negeri AS mengidentifikasi bahwa nama pria yang dituduh sebagai mata-mata tersebut adalah Wallead Yusuf Pitts Luqman. Ia diterbangkan ke Muscat dengan pesawat militer Oman setelah proses pembebasan yang aman, sesuai dengan permintaan AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga menghargai gestur positif dari Houthi. Kami akan terus mengupayakan keamanan pembebebasan warga Amerika yang ditahan secara tidak adil di luar negeri. Kami terus mendesak pembebasan warga yang ditahan dengan tidak adil di Yaman," ucap Kerry seperti dikutip AFP.
Penculikan warga asing memang kerap terjadi di Yaman selama beberapa tahun belakangan. Kebanyakan kasus penculikan dilakukan oleh kelompok pemberontak yang menuntut pengakuan otonom dari pemerintah.
Setelah mengambil alih Sanaa pada pada akhir 2014, Houthi pun sudah menahan beberapa warga Barat. Sebagian besar dari warga asing yang diculik tersebut akhirnya dibebaskan dengan bantuan mediasi Oman.
Oman merupakan salah satu dari beberapa negara Arab yang memiliki hubungan baik dengan Iran, negara yang disebut-sebut berada di balik kekuatan Houthi. (has)