Protes Anti-Trump Marak, Kemlu Pastikan WNI di AS Aman

Damar Sinuko, CNN Indonesia | Senin, 14/11/2016 10:25 WIB
Kemlu memastikan WNI di AS berada dalam kondisi aman, meski aksi protes menolak kemenangan Donald Trump dalam pilpres marak terjadi sejak pekan lalu. Menlu Retno Marsudi memastikan WNI di AS berada dalam kondisi aman, meski aksi protes menolak kemenangan Donald Trump dalam pilpres marak terjadi sejak pekan lalu. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Semarang, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri memastikan Warga Negara Indonesia (WNI) di Amerika Serikat berada dalam kondisi aman, meski aksi protes menolak kemenangan Donald Trump dalam pilpres marak terjadi sejak pekan lalu.

"Sampai saat ini, saya terus kordinasi dengan Kedubes dan Konjen, belum ada laporan WNI yang kenapa-kenapa. Jadi masih aman dan semoga aman", ungkap Menlu Retno Marsudi di Semarang, Minggu (13/11).

Lebih lanjut, Retno menghimbau agar WNI yang berada di AS untuk bersikap tenang dan tidak berspekulasi terhadap isu-isu atau berita yang belum jelas kebenarannya terkait ketegangan yang tengah terjadi di negeri Paman Sam tersebut.


"WNI disana tidak perlu panik dan khawatir, jangan terpancing dengam isu-isu miring. Kemenlu lewat Dubes dan Konjen telah membuka nomor hotline yang bisa dihubungi untuk menanyakan kondisi tiap saat", tambah Retno.

Aksi protes menolak terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45 terjadi setidaknya di tujuh negara bagian AS sejak Rabu (9/11), hanya satu hari setelah pilpres digelar. Sejumlah aksi protes sempat berlangsung ricuh, diwarnai aksi bentrokan dengan petugas.

Sekitar 6.000 warga juga turun ke jalan-jalan di Oakland, California. Mereka memblokir jalan raya dan membakar sampah di tengah jalan. Mereka mengusung papan bertuliskan 'Amerika Serikat lebih baik dari fanatisme' dan mengecam Trump yang dinilai rasis dan seksis.

Trump Tower, menara mewah milik Trump, juga salah satu tempat yang menjadi pusat aksi protes. Meski demikian, aksi unjuk rasa di kawasan itu dan sejumlah wilayah lainnya di New York berlangsung damai.

Trump berhasil mengalahkan rivalnya, Hillary Clinton, dalam pengumpulan suara pemilih, atau electoral votes, pada pilpres yang digelar Selasa (2/11). Untuk memastikan peralihan berjalan mulus dari pemerintahan presiden petahana, Barack Obama, Trump sudah menunjuk wakilnya, Mike Pence sebagai ketua tim transisi, dan Reince Prienbus sebagai kepala staf presiden. 



(ama)