Jelang Aksi, Kantor Gerakan Bersih Malaysia Digerebek Polisi

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Jumat, 18/11/2016 18:13 WIB
Kepolisian Malaysia menggerebek kantor gerakan Bersih yang akan menggelar unjuk rasa untuk menuntut pelengseran Perdana Menteri, Najib Razak, pada Sabtu. Tahun lalu, Bersih menggelar aksi unjuk rasa menuntut Najib turun, dihadiri oleh 2.000 orang. (Reuters/Olivia Harris)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Malaysia menggerebek kantor gerakan Bersih yang akan menggelar unjuk rasa untuk menuntut pelengseran Perdana Menteri, Najib Razak, pada Sabtu (19/11).

"Kantor BERSIH 2.0 kini digerebek polisi Bukit Aman dan mengancam akan menyita barang," tulis Bersih melalui akun Twitter resmi mereka, Jumat (18/11).

Seorang anggota sekretariat Bersih, Mandeep Singh, mengatakan bahwa penggerebekan ini didasarkan pada Hukum Pidana Pasal 124 ayat C yang berkaitan dengan "semua kegiatan yang mengancam demokrasi parlementer."


Hingga kini, sejumlah pengacara Bersih masih tidak diizinkan masuk ke dalam kantor tersebut. Namun, sejauh ini belum ada laporan penangkapan.

Bersih akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran yang diperkirakan dihadiri ribuan orang. Mereka akan berkumpul di Kuala Lumpur dengan mengenakan kaus berwarna kuning, simbol perlawanan terhadap pemerintah.

Sejak awal terbentuk, Bersih terus menuntut sistem pemilu yang bersih dan jauh dari korupsi.Namun dalam aksi kali ini, mereka akan secara spesifik menuntut Najib untuk mundur dari jabatannya setelah diguncang isu korupsi besar.

Berbagai media internasional melaporkan bahwa Najib diduga menggelapkan dana lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB ke rekening pribadinya sebesar hampir US$700 juta.

Sebelumnya, Bersih juga pernah menggelar aksi serupa pada tahun lalu yang dihadiri oleh 2.000 orang, termasuk mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.

Mahathir pun mengimbau agar masyarakat yang menentang Najib untuk ikut serta dalam aksi tahun ini. Namun menurut laporan Free Malaysian Today, Mahathir tidak turut turun ke jalan bersama barisan demonstran Bersih pada akhir pekan ini lantaran akan berada di luar negeri.

Di sisi lain, partai berkuasa, Organisasi Persatuan Nasional Melayu (UMNO), juga mendesak pendukungnya mengenakan kaus merah dan menghadapi para demonstran.

Najib sendiri memperingatkan masyarakatnya bahwa kekerasan saat demonstrasi tidak akan ditoleransi. (has/has)