Pengusaha Indonesia, Dato Sri Tahir Terima Penghargaan UNHCR
CNN Indonesia
Jumat, 18 Nov 2016 23:27 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengusaha dan filantropis Indonesia, Dato Sri Tahir ditunjuk sebagai UNHCR Eminent Advocate atas usahanya dalam membantu jutaan pengungsi di seluruh dunia.
UNHCR Eminent Advocate merupakan penghargaan bergengsi yang hanya diberikan oleh UN High Commissioner for Refugee kepada partner utama UNHCR. Demikian disampaikan Derry Putera Iskandar, Fungsi Pensosbud KBRI Abu Dhabi pada Antara London, Jumat (18/11).
Didampingi Duta Besar RI Husin Bagis dan staf KBRI Abu Dhabi, Dato Sri Tahir menerima penunjukan tersebut di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, pada Jumat (18/11), seperti dilansir dari Antara.
Pada saat menerima UNHCR Eminent Advocate dari Filippo Grandi, UNHCR High Commissioner for Refugee, Dato mengatakan bahwa dirinya sangat beruntung dapat hidup rukun tanpa permasalahan pengungsi di Indonesia.
Namun, ketika ia berkunjung ke Yordania dan melihat kamp pengungsi, ia melihat harapan para pengungsi di sana telah hilang.
"Untuk itu saya ingin mengembalikan kembali martabat dari para pengungsi yang telah hilang," ujarnya.
Dubes Husin Bagis mengatakan Dato Sri Tahir dikenal sebagai seorang yang sering membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Selain itu, ia juga sering membantu para pengungsi di Timur Tengah.
"Kegiatan-kegiatan di bidang kemanusiaan turut mengharumkan Indonesia di mata dunia," ujarnya menambahkan.
Dato Sri Tahir merupakan orang ke-tiga yang menerima gelar ini setelah Sheikha Jawaher Al Qassimi, First Lady of Sharjah (Persatuan Emirat Arab) dan Hamdi Ulukaya (Amerika Serikat).
Sebelumnya, Dato Sri Tahir telah memperoleh penghargaan Champion of the campaign's Global Shelter Coalition atas jasanya menyediakan dan memperbaiki kualitas penampungan bagi para pengungsi di seluruh dunia.
Menurut Derry, Dato Sri Tahir mengumumkan untuk menyumbangkan sejumlah US$10 juta bagi upaya membantu para pengungsi pada saat kunjungannya ke Yordania belum lama ini.
Dato Sri Tahir atau Ang Tjoen Ming, yang kini berusia 64 tahun, adalah pendiri Mayapada Group, dengan beberapa unit usaha meliputi perbankan, media cetak dan TV berbayar, properti, rumah sakit dan rantai toko bebas pajak atau duty free.
Pada 2011, ia pernah mendapat penghargaan Chancellor's Citation dari University of California, Amerika Serikat atas kepemimpinan yang luar biasa dalam bisnis dan pengabdiannya dalam kegiatan filantropi dan pelayanan kepada masyarakat. Tahir juga menjadi orang Asia pertama yang menjadi anggota wali amanat University of California Berkeley, AS. Add
as a preferred
source on Google
UNHCR Eminent Advocate merupakan penghargaan bergengsi yang hanya diberikan oleh UN High Commissioner for Refugee kepada partner utama UNHCR. Demikian disampaikan Derry Putera Iskandar, Fungsi Pensosbud KBRI Abu Dhabi pada Antara London, Jumat (18/11).
Didampingi Duta Besar RI Husin Bagis dan staf KBRI Abu Dhabi, Dato Sri Tahir menerima penunjukan tersebut di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, pada Jumat (18/11), seperti dilansir dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ketika ia berkunjung ke Yordania dan melihat kamp pengungsi, ia melihat harapan para pengungsi di sana telah hilang.
"Untuk itu saya ingin mengembalikan kembali martabat dari para pengungsi yang telah hilang," ujarnya.
Dubes Husin Bagis mengatakan Dato Sri Tahir dikenal sebagai seorang yang sering membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Selain itu, ia juga sering membantu para pengungsi di Timur Tengah.
"Kegiatan-kegiatan di bidang kemanusiaan turut mengharumkan Indonesia di mata dunia," ujarnya menambahkan.
Dato Sri Tahir merupakan orang ke-tiga yang menerima gelar ini setelah Sheikha Jawaher Al Qassimi, First Lady of Sharjah (Persatuan Emirat Arab) dan Hamdi Ulukaya (Amerika Serikat).
Sebelumnya, Dato Sri Tahir telah memperoleh penghargaan Champion of the campaign's Global Shelter Coalition atas jasanya menyediakan dan memperbaiki kualitas penampungan bagi para pengungsi di seluruh dunia.
Menurut Derry, Dato Sri Tahir mengumumkan untuk menyumbangkan sejumlah US$10 juta bagi upaya membantu para pengungsi pada saat kunjungannya ke Yordania belum lama ini.
Dato Sri Tahir atau Ang Tjoen Ming, yang kini berusia 64 tahun, adalah pendiri Mayapada Group, dengan beberapa unit usaha meliputi perbankan, media cetak dan TV berbayar, properti, rumah sakit dan rantai toko bebas pajak atau duty free.
Pada 2011, ia pernah mendapat penghargaan Chancellor's Citation dari University of California, Amerika Serikat atas kepemimpinan yang luar biasa dalam bisnis dan pengabdiannya dalam kegiatan filantropi dan pelayanan kepada masyarakat. Tahir juga menjadi orang Asia pertama yang menjadi anggota wali amanat University of California Berkeley, AS. Add
as a preferred source on Google