Bentrokan ini bermula ketika militan ISIS melepaskan tembakan ke arah patroli militer di Dataran Tinggi Golan, daerah Israel yang berbatasan langsung dengan Suriah.
Militer Israel pun menembak balik ke arah Suriah. Mereka kemudian menggunakan pesawat militer untuk menyerang satu mobil bersenjata yang ditumpangi oleh militan ISIS tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lerner juga memastikan, tidak ada anggota militer Israel yang tewas dalam serangan tersebut. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pun memuji pasukan militernya yang berhasil menggagalkan serangan ISIS itu.
"Perbatasan utara kami sangat siap dan tidak akan membiarkan elemen ISIS atau elemen musuh lain yang ingin menggunakan perang di Suriah untuk menunjukkan kehadiran mereka di dekat perbatasan kami," tutur Netanyahu seperti dikutip The Independent.
Israel berhasil merebut wilayah Golan dari Suriah dalam Perang Enam Hari pada 1967 sebelum kemudian mencaploknya. Namun, pencaplokan Golan oleh Israel ini tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.
Sejak konflik internal di Suriah pecah, Israel terus berupaya tidak terseret. Namun jika ada tembakan yang tak disengaja masuk ke wilayah Israel, pasukan perbatasan akan langsung menyerang balik militer Suriah.