Salah satu sipir, Peter Bongat, mengatakan kepada stasiun radio lokal bahwa gerombolan bersenjata itu menembaki penjaga di Penjara Cotabato Utara sekitar pukul 01.00 waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bongat mengatakan, dari informasi awal yang ia himpun, diketahui bahwa komandan dari gerombolan itu merupakan anggota Front Pembebasan Islam Moro (MILF), kelompok pemberontak terbesar di Filipina.
Pada 2014 lalu, pemerintah dan MILF sudah menandatangani kesepakatan damai. Namun hingga kini, kesepakatan damai itu belum juga tercapai karena rancangan Undang-Undang Dasar Bangsamoro yang mengatur otonomi di bagian selatan negara itu, tak kunjung disetujui oleh parlemen.
Nasib perundingan damai ini semakin terbengkalai karena peralihan tampuk pemerintahan dari Benigno Aquino ke tangan Rodrigo Duterte pada pertengahan tahun lalu. (has)