Kritik Negosiasi Brexit, Dubes Inggris untuk Uni Eropa Mundur

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 04/01/2017 14:15 WIB
Kritik Negosiasi Brexit, Dubes Inggris untuk Uni Eropa Mundur Selama ini, Rogers dikritik karena pernah menyebutkan bahwa Inggris membutuhkan waktu 10 tahun untuk merampungkan perjanjian dagang dengan UE setelah memutuskan keluar dari blok itu. (Reuters/Francois Lenoir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar Inggris untuk Uni Eropa, Ivan Rogers, mengundurkan diri dari jabatannya di tengah persiapan London sebelum benar-benar keluar dari blok tersebut.

Setelah empat tahun menjabat, Rogers memutuskan mundur usai mengkritik kurangnya negosiasi yang dilakukan pemerintah dalam mempersiapkan pemisahan Inggris dari UE.

"Kurangnya negosiasi multilateral yang serius terjadi di Whitehall [kompleks pemerintahan Inggris] baik dalam komisi maupun dewan," ungkap Rogers merujuk pada minimnya kesiapan negosiasi Brexit antar pemerintah dengan lembaga UE seperti dikutip AFP, Rabu (4/1).


Selama ini, Rogers dikritik karena pernah menyebutkan bahwa Inggris membutuhkan waktu 10 tahun untuk merampungkan perjanjian dagang dengan UE setelah memutuskan keluar dari blok itu.

Dalam surat elektronik pengunduran dirinya kepada kantor staf perwakilan Inggris untuk UE (UKRep), Rogers mendorong rekan-rekannya untuk berani berbicara dan melontarkan gagasan mereka tentang masa depan Inggris meskipun pandangan mereka tidak selalu diterima pemerintah.

"Saya harap kalian semua akan saling mendukung di masa sulit saat kalian harus bisa menyampaiakn pesan yang tidak menyenangkan bagi mereka [pemerintah] namun penting untuk didengar," kata Rogers.

"Saya harap kalian terus bisa menguji dan menantang argumen-argumen yang kacau. Kalian semua tidak boleh takut untuk berbicara kebenaran kepada mereka yang berkuasa," ujarnya.

Dalam kondisi genting ini, London akan segera menunjuk Duta Besar baru untuk UE yang akan menggantikan Rogers.

Pemimpin Komite Parlemen Pengawasan Brexit, Hilary Benn, menuturkan bahwa pengunduran diri Rogers ini "bukan hal yang baik."

Menurutnya, transisi kepemimpinan UKRep ini tidak ideal dan dapat menganggu kinerja pemerintah di tengah proses negosiasi persiapan menuju Brexit saat ini.

"Kerja keras akan segera dimulai," katanya. (has)