Tanggapi Trump, Presiden Perancis Sebut UE Tak Perlu Didikte
CNN Indonesia
Selasa, 17 Jan 2017 11:30 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Perancis, Francois Hollande, mengatakan bahwa Uni Eropa tidak membutuhkan nasihat dari pihak luar dalam menjalankan kerja sama antar anggotanya.
"Eropa siap mengejar kerja sama trans-Atlantik yang didasarkan pada kepentingan dan nilai-nilai [kawasan]. Eropa tidak memerlukan nasihat dari pihak luar untuk memberi tahu apa yang harus dilakukan," ucap Hollande seperti dikutip Reuters, Selasa (17/1).
Komentar itu dikatakan Hollande untuk menanggapi pernyataan Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, yang dalam wawancara dengan London Times menyebut bahwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa akan menjadi hal hebat. Menurutnya, akan lebih banyak negara yang keluar dari Uni Eropa jika blok tersebut tidak berubah.
Pernyataan itu diutarakan Hollande saat menghadiri acara pemberian penghargaan tertinggi pada Duta Besar AS untuk Perancis, Jane Hartley.
Dalam kesempatan itu, Hollande, yang dalam empat bulan akan lengser ini, juga menanggapi komentar Trump mengenai NATO yang dinilai taipan real estate itu sebagai organisasi usang karena tak melindungi anggotanya dari terorisme.
Menurut Hollande, NATO masih menjadi andalan utama pertahanan militer negara-negara Eropa. Dengan situasi geopolitik Eropa saat ini, tuturnya, tidak ada pilihan lain bagi Uni Eropa untuk memperkuat integrasi pertahanan dan militer mereka.
"Aliansi NATO disusun untuk memperkuat dan meningkatkan kapasitas pertahanan dan keamanan bagi kepentingan kolektif negara anggotanya. [NATO] akan menjadi organisasi yang usang ketika potensi ancaman [memang] sudah tiada," katanya.
Selain itu, kata Hollande, Uni Eropa juga harus bisa memastikan dan mempertahankan suara mereka agar terdengar ke seluruh dunia.
"Eropa siap mengejar kerja sama trans-Atlantik yang didasarkan pada kepentingan dan nilai-nilai [kawasan]. Eropa tidak memerlukan nasihat dari pihak luar untuk memberi tahu apa yang harus dilakukan," ucap Hollande seperti dikutip Reuters, Selasa (17/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Hollande, yang dalam empat bulan akan lengser ini, juga menanggapi komentar Trump mengenai NATO yang dinilai taipan real estate itu sebagai organisasi usang karena tak melindungi anggotanya dari terorisme.
Menurut Hollande, NATO masih menjadi andalan utama pertahanan militer negara-negara Eropa. Dengan situasi geopolitik Eropa saat ini, tuturnya, tidak ada pilihan lain bagi Uni Eropa untuk memperkuat integrasi pertahanan dan militer mereka.
"Aliansi NATO disusun untuk memperkuat dan meningkatkan kapasitas pertahanan dan keamanan bagi kepentingan kolektif negara anggotanya. [NATO] akan menjadi organisasi yang usang ketika potensi ancaman [memang] sudah tiada," katanya.
Selain itu, kata Hollande, Uni Eropa juga harus bisa memastikan dan mempertahankan suara mereka agar terdengar ke seluruh dunia.