Theresa May: Inggris Tinggalkan Pasar Tunggal Eropa
CNN Indonesia
Selasa, 17 Jan 2017 19:46 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Inggris Theresa May menyatakan akan keluar dari pasar tunggal Uni Eropa ketika kerajaan resmi meninggalkan blok tersebut.
Diberitakan AFP, Selasa (17/1), May mengatakan langkah ini diperlukan karena ingin membatasi kedatangan imigran dari Eropa.
"Apa yang saya ajukan ini tidak bisa dicapai jika tetap mengikuti pasar tunggal," kata May.
Sementara itu, langkah akhir untuk meninggalkan Uni Eropa, yang terkenal disebut Brexit, akan ditentukan oleh parlemen.
"Saya bisa memastikan hari ini, bahwa pemerintah akan menentukan langkah final ini melalui pemungutan sentara di kedua kamar parlemen," ujar May.
Walau demikian, Inggris tidak menginginkan Uni Eropa terpecah setelah Brexit, kata dia.
"Dalam kepentingan Inggris, Uni Eropa tetap harus berlanjut," ujarnya.
Diberitakan AFP, Selasa (17/1), May mengatakan langkah ini diperlukan karena ingin membatasi kedatangan imigran dari Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bisa memastikan hari ini, bahwa pemerintah akan menentukan langkah final ini melalui pemungutan sentara di kedua kamar parlemen," ujar May.
Walau demikian, Inggris tidak menginginkan Uni Eropa terpecah setelah Brexit, kata dia.
"Dalam kepentingan Inggris, Uni Eropa tetap harus berlanjut," ujarnya.