Delapan dari 11 hakim agung memilih proses pemungutan suara di parlemen perlu dilakukan sebelum memulai proses Brexit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menganggap konsekuensi hukum meninggalkan Uni Eropa tidak lah kecil, meski pemerintah tidak membutuhkan persetujuan perserikatan lain di bawah konstitusi Inggris seperti Skotlandia, Irlandia Utara, dan Wales untuk memulai proses negosiasi tersebut.
Selama ini, May ingin menghindari Pasal 50 Perjanjian Lisbon yang mengatur tata cara anggota yang ingin keluar dari Uni Eropa. Berdasarkan aturan tersebut, satu negara harus meminta persetujuan parlemen yang membutuhkan waktu dua tahun, sebelum memulai negosiasi Brexit.
Pemerintah pun menyatakan kekecewaannya atas keputusan ini. Namun, mereka memastikan akan tetap menaati hasil tersebut.
Dengan keputusan MA tersebut, kini pemerintah harus memperkenalkan undang-undang baru ke parlemen Inggris terkait negosiasi Brexit, yang semakin menghambat rencana awal May.
May berjanji akan mengadakan pemungutan suara di parlemen. Namun, ia tetap berkeras ingin memulai negosiasi tanpa keputusan dari parlemen. (stu)