"Saya menyayangkan dan mengecam keputusan Amerika Serikat untuk melanjutkan pembangunan tembok yang selama bertahun-tahun sudah memisahkan kami, bukan mempersatukan. Kami tidak akan membayar tembok itu," ujar Nieto sebagaimana dikutip AFP, Kamis (26/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump kemudian meminta jajaran pemerintahannya untuk segera melakukan survei lapangan dalam 180 hari mendatang. Namun hingga kini, pemerintah AS belum menjelaskan lebih lanjut mengenai biaya pembangunan tembok ini.
Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa ia akan memaksa Meksiko untuk membayar biaya pembangunan tembok itu. Permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Nieto.
Tak lama setelah Trump memerintahkan pembangunan tembok ini, pergolakan pun terjadi di Meksiko. Sejumlah anggota parlemen dan politisi mendesak Nieto untuk bertindak keras.
Sejumlah anggota parlemen mendesak Nieto untuk membatalkan pertemuan dengan Trump pekan depan. Sementara itu, mantan pemimpin oposisi, Andres Manuel Lopez Obrador, mendesak pemerintah Meksiko untuk mengajukan tuntutan terhadap Trump di Perserikatan Bangsa-Bangsa. (has/has)