Krisis Kemanusiaan Pengungsi Boko Haram

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 23/02/2017 18:57 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan ribu warga Nigeria yang melarikan diri dari Boko Haram mesti berjuang melawan kelaparan, kekeringan dan kekurangan pasokan obat-obatan.

Konflik dengan militan Boko Haram di Nigeria telah menewaskan setidaknya 20 ribu orang dan memaksa 2,6 juta lainnya kehilangan tempat tinggal. (AFP PHOTO/FLORIAN PLAUCHEUR)
Warga yang mengungsi ditampung di Monguno, negara bagian Borno, di mana angkatan udara Nigeria juga membangun landasan sementara sebagai taktik melawan pemberontak. (AFP PHOTO/FLORIAN PLAUCHEUR)
Perempuan dan anak-anak di negeri ini jadi pihak yang paling menderita dalam krisis kemanusiaan akibat pemberontakan Boko Haram. (AFP PHOTO / FLORIAN PLAUCHEUR)
Kebanyakan dari mereka mesti menderita akibat kekurangan makanan, air bersih dan pasokan obat-obatan. (AFP PHOTO/FLORIAN PLAUCHEUR)
PBB menilai krisis makanan di kota-kota yang ada di Monguno setara dengan krisis yang ada di Darfur dan Sudan Selatan. (AFP PHOTO/FLORIAN PLAUCHEUR)
Monguno, yang berada di tepi Danau Chad, perbatasan Nigeria, Niger, Chad dan Kamerun, sebelumnya berperan sebagai pusat perdagangan. (AFP PHOTO/ FLORIAN PLAUCHEUR)
Kini, sekirar 100 ribu orang ditampung di kamp pengungsi yang ada di kota ini. Namun, 27 ribu di antaranya masih menunggu distribusi makanan. (AFP PHOTO / FLORIAN PLAUCHEUR)
Penyaluran makanan terakhir ke lokasi ini dilakukan pada November lalu. (AFP PHOTO/FLORIAN PLAUCHEUR)
Wajah semua penghuni kamp ini tampak diliputi rasa lapar yang tak tertahankan. (AFP PHOTO/FLORIAN PLAUCHEUR)
Belum lagi, kesulitan air bersih kian membuat negara Afrika ini semakin gersang dari hari ke hari. (AFP PHOTO / FLORIAN PLAUCHEUR)
Namun saat ini, para militan pemberontak juga turut mengalami kelaparan, seiring taktik tentara Nigeria perlahan memutus rantai pasokan makanan mereka. (AFP PHOTO/FLORIAN PLAUCHEUR)