Ke Indonesia, Menlu Perancis Bawa Isu Israel-Palestina

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 23/02/2017 20:48 WIB
Kementerian Luar Negeri RI menyebut pertemuan antara Menlu Indonesia dan Perancis akan membahas perdamaian Timur Tengah dan penguatan bilateral. Perdamaian Israel-Palestina akan jadi topik pembahasan dalam pertemuan Menlu Perancis dan Indonesia. (AFP PHOTO/MOHAMMED ABED)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Marc Ayrault dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia dan bertemu Menlu Retno Marsudi pada 27-28 Februari mendatang. Sejumlah isu penting seperti isu di Timur Tengah, khususnya mengenai perdamaian Israel-Palestina, akan jadi salah satu topik yang dibahas.

“Banyak isu yang akan dibahas. Nampaknya pembahasan two state solution (Solusi damai dua negara) mengenai perdamaian Israel-Palestina menjadi fokus kedua menlu ketika bertemu nanti,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir di Gedung Kemlu, Kamis (23/2).

Pembahasan mengenai isu Israel-Palestina dilakukan menyusul Konferensi Perdamaian Internasional mengenai Proses Perdamaian di Timur Tengah di Paris, Prancis pada 15 Januari lalu.


Konferensi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan dunia internasional terhadap pencapaian damai Israel dan Palestina yang telah berpuluh tahun lamanya berseteru dalam konflik.

Selain itu, Indonesia juga dikenal sebagai negara yang sangat vokal mendukung kemerdekaan Palestina dan perdamaian di Timur Tengah.

Di sisi lain, menurut Arrmanatha, kunjungan Ayrault ke Jakarta kali ini diharapkan bisa memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Selain isu Palestina, pertemuan kedua menteri ini juga akan terfokus pada penguatan kerja sama bilateral, khususnya dalam sektor ekonomi seperti memperluas akses pasar khususnya produk kayu di Indonesia yang baru-baru ini telah mendapatkan sertifikat FLEGT dari Uni Eropa.

Di samping itu, kerja sama keamanan khususnya dalam isu memberantas terorisme juga masih menjadi fokus pembahasan antar kedua negara.

“Ada beberapa MoU yang juga akan ditandatangani kedua negara dalam pertemuan nanti, seperti kerja sama dalam sektor pendidikan, pelatihan diplomat, dan yang unik adalah kerja sama dalam sektor penelitian luar angkasa,” kata Arrmanatha.

“Kami juga akan terus mendorong penyelesaian perundingan EU-CEPA [kerja sama ekonomi antar Indonesia dan Uni Eropa], dan permohonan Indonesia untuk bisa bebas visa ke Eropa,” tuturnya menambahkan.

(aal)