Banjir dan Longsor di Chile, Tiga Orang Tewas

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 27/02/2017 10:50 WIB
Banjir dan Longsor di Chile, Tiga Orang Tewas Tiga orang tewas dan 19 lainnya hilang akibat banjir dan longsor yang menerjang Chile pada Minggu (26/2). (Reuters/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga orang tewas dan 19 lainnya hilang akibat banjir dan longsor yang menerjang Chile pada Minggu (26/2).

Hujan lebat yang mengguyur negara Amerika Selatan selama akhir pekan ini menyebabkan sungai-sungai di ibu kota Santiago meluap, mengisolasi setidaknya 373 warga yang tinggal di wilayah tersebut.

Di wilayah O'Higgins, Santiago bagian selatan, seorang gadis berusia 12 tahun tewas ketika longsor menerjang mobil yang ia tumpangi di tengah perjalanannya.


Sementara di lembah San Jose de Maipo, kru darurat harus membersihkan jalan dari puing-puing bangunan agar warga bisa mulai mengungsi keluar dari daerah pegunungan.

Hujan lebat ini mengguyur Chile setelah musim panas dan kekeringan melanda negara itu selama berbulan-bulan.
Namun kini, banjir juga menyebabkan akses air bersih terhenti sementara. Pasokan air minum untuk setidaknya satu juta rumah tangga di Chile terkena dampak bencana ini.

Perusahaan pemasok air minum ibu kota, Aguas Andinas, mengaku kesulitan melakukan perbaikan dan pemulihan di tengan hujan yang terus mengguyur.

"Tim darurat telah bekerja di lapangan untuk segera menjangkau para warga yang terisolasi karena banjir dan menormalisasi pasokan air sebisa mungkin," ujar Presiden Chile, Michelle Bachelet, seperti dikutip Reuters, Senin (27/2)

Bencana ini merupakan banjir terbesar kedua di Santiago dalam beberapa tahun terakhir.

April lalu, hujan lebat juga melumpuhkan lembah San Jose de Maipo, memicu banjir besar menerjang pusat Kota Santiago, menewaskan satu orang. (has)