Australia Tarik Semua Dubes untuk Bantu Susun Kebijakan Baru

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 01/03/2017 08:39 WIB
Australia Tarik Semua Dubes untuk Bantu Susun Kebijakan Baru Selama dua hari pada bulan depan, sekitar 113 perwakilan tinggi negara itu akan berada di Canberra untuk bertemu dengan Perdana Menteri, Malcolm Turnbull. (Reuters/David Gray)
Jakarta, CNN Indonesia -- Australia akan memulangkan sementara semua duta besar di seluruh negara asing untuk membantu penyusunan komponen akhir dari kebijakan luar negeri mereka.

Selama dua hari pada bulan depan, sekitar 113 perwakilan tinggi negara itu akan berada di Canberra untuk bertemu dengan Perdana Menteri, Malcolm Turnbull, serta Menteri Luar Negeri, Julie Bishop, dan Menteri Perdagangan, Steven Ciobo.

"Pertemuan ini sangat penting untuk memperkuat pengaruh dan sikap Australia di dunia. Di tengah ketidakpastian global ini, pengalaman dan kecerdasan para diplomat senior kami sangat dibutuhkan," ujar Bishop sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (1/3).


Mereka akan membahas kerangka politik luar negeri dalam bidang perdagangan dan kebijakan pembangunan di era global. Kebijakan baru itu nantinya akan tertuang dalam buku putih yang disahkan pada akhir tahun ini.

"Yang kami cari adalah kerangka strategis komprehensif agar kami dapat membentuk dan memegang pengaruh positif bagi kepentingan nasional kami dan membentuk semuanya menjadi lebih baik ketimbang hanya bereaksi terhadap masalah ketika sudah terjadi," kata Bishop.

Buku putih semacam ini terakhir kali dirilis Australia pada masa pemerintahan John Howard. Namun kini, Australia menghadapi tantangan baru untuk menyeimbangkan hubungan perdagangannya dengan China yang mulai memperluas pengaruhnya di Laut China Selatan.

Belakangan ini, hubungan Australia dengan AS sebagai sekutu juga mulai mengendur, terutama sejak pelantikan Donald Trump. Presiden AS itu menyebut perjanjian pertukaran imigran antara pemerintahan Obama dan Australia merupakan "kesepakatan bodoh." (has/yns)